Kopi dan Kamar yang Berantakan

Haloo!

Wah, sepertinya baru kemarin aku nulis postingan pertama, hari ini sudah ingin nulis lagi. Gak tahu sih mau nulis apa, padahal lagi banyak hal yang sedang kupikirkan. Mungkin karena terlalu banyak jadinya bingung mau cerita yang mana. Sebaiknya kuceritakan hal yang sedang kualami sekarang saja. Aku baru membuat segelas kopi, dan tengah duduk di dalam kamarku yang berantakan. 

Tentang kamarku yang berantakan, hal ini tidak selalu terjadi. Meski bisa dibilang lebih sering ia berantakan ketimbang rapi. Tapi di waktu-waktu tertentu, kamarku bisa begitu bersih dan rapi. Hari ini, sebagaimana sering terjadi, kamarku sedang berantakan. Barangkali pikiranku juga demikian.

Aku adalah seorang anak kos. Sudah hampir delapan tahun aku jadi anak kos, sudah sejak tahun 2013 bulan Agustus. Seharusnya aku sudah bisa mengurus kamarku dengan baik. Namun, kenyataannya tidak. Ini sedikit menyedihkan.

Sebagai anak kos, aku juga belum benar-benar handal mengurus keuangan. Seringkali ketika jatuh waktunya membayar listrik, aku adalah penghuni yang menghambat pembayaran karena lagi tidak ada uang. Aku juga masih menunggak biaya kos beberapa bulan. Dan bahkan aku masih kesulitan untuk sekadar mengurus biaya makan sehari-hari. Keren banget akuu! 

Sejujurnya, aku masih mendapat kiriman dari orang tua. Bayangkan, di usiaku sekarang, aku masih merepotkan orang tua. Dan sekarang ini, aku hanya bergantung pada kiriman tersebut. Kiriman itu jelas tidak banyak, tapi tidak bisa dibilang sangat sedikit. Selama ini aku bisa bertahan dengan itu. Tapi itu hanya cukup untuk biaya makan, dan itupun harus benar-benar kuhemat. Bukannya aku tidak bersyukur, justru sebaliknya. Aku sangat bersyukur karena orang tuaku masih mau mengirimiku uang. Tapi justru karena hal ini aku jadi merasa bersalah pada mereka. Di usiaku, seharusnya aku lah yang harus mengirimi mereka uang. Dan kalaupun aku masih belum bisa, setidaknya aku tidak meminta uang mereka lagi. Hal ini, salah satu hal yang mengisi pikiranku sekarang. Barusan, setelah aku membuat kopi dan melihat kamarku berantakan, aku berpikir, "ini benar-benar kamarku, ia berantakan seperti hidupku." 

Hahh. Begitulah ceritaku hari ini. Sampai jumpa lagi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alangkah Senangnya Bisa Minum Susu Tiap Pagi

Hidup Pengangguran, Hidup Keruwetan!