Hidup Pengangguran, Hidup Keruwetan!
Haloo!
Kebiasaan memang, semangat di awal, habis itu loyo. Sudah tiga bulan nggak nulis di sini. Tapi, nggak apa-apa, wahai diriku. Jangan marahi dirimu. Di sini kan, niatnya emang bukan buat produktif dan konsisten nulis. Hanya tempat buat bercerita aja.
Apa kabar, manteman?
Tiga bulan ini, aku di rumah. Meninggalkan singgasana kamar kosku yang nyaman tapi dingin. Di rumah aku masih menganggur. Niatnya mau kerja, tapi gak tahu kenapa, barangkali karena situasi pandemi, aku jadi takut dan akhirnya termenung di rumah. Seperti kursi ruang tamu yang menunggu tamu tanpa tahu siapa tamu yang ia tunggu. Haha.
Tiga bulan ini aku banyak membaca buku; novel, puisi, esai, dan beberapa buku tentang pengembangan diri. Walaupun beberapa ada yang belum kelar dibaca. Aku juga nonton film, drakor, dan anime. Banyak sekali ya waktu luang seorang jobless alias penganggu alias ga ada kerjaan alias gabut banget. Satu hal yang kupelajari dari hidup pengangguran adalah, "hmm, ternyata enak ya jadi pengangguran. Punya banyak waktu luang. Apalagi kalau dibayar. Pantas banyak orang pingin jadi bos. Mereka suruh orang lain kerja, biar mereka bisa 'nganggur' tapi dapet duit."
Tapi, manteman, selama tiga bulan itu, aku juga merasa tertekan. Banyak merenung, banyak diskusi dengan diri sendiri yang sering tak berujung, banyak berandai-andai, banyak merencanakan, pokoknya banyak hal mengisi pikiranku yang akhir dari semuanya adalah keruwetan. Hahh. Hidup pengagguran, hidup keruwetan!
Jangan ngganggur, manteman.
Sekian, sampai jumpa!
Komentar
Posting Komentar